Cerita 01:
Pada tanggal 06 Agustus 2014 Hari Sabtu saya Dilahirkan, ketika itu saya masih belum bisa melihat tetapi saya merasakan belaian kasih sayang dari seorang ibu yang menyayangi anaknya yang pertama, Saya adalah anak pertama dari 3 Bersaudara.
3 Tahun kemudian,Saya sangat senang bermain dan bermain suka menangis jika keinginan tidak dituruti padahal Ayah saya hanyalah pedagang asongan dan ibu saya pedagang makanan keliling tapi saya masih belum mengerti kesusahan orangtua tetapi walaupun saya begitu beliau slalu berusaha mencari nafkah dari pagi hingga malam, jadi ketika orangtua saya berdagang saya dititipkan ke Ibu ayah dan Ibu Saya, setiap hari saya selalu dititipkan ketika saya ingin minum asi malah di kasih asi nenek tentu saja asinya tidak keluar jadi saya menangis sangat kencang untuk menenangkan tangisan saya, nenek membuatkan wedang manis buat saya yaitu air panas yang dikasih gula merah saja.
Ketika saya ingin makan nenek saya memberi makan saya nasi dengan lauk ikan, saya suka itu tetapi saya tersedak oleh tulang ikan yang kecil(Ketelak Eri) otomatis saya menangis, nenek saya kebingungan harus gimana saya disuruh memakan nasi langsung dan juga minum air tetapi masih sakit di tenggorokan saya, nenek sayamembawa saya ke orang pintar bukannya ke puskesmas, Orang tersebut Memberikan air putih hangat yang diberi do'a, saya minum air itu eh ternyata sakit di tenggorokan saya hilang hebat sekali dia.
Suatu hari seperti biasa saya dititipkan ke rumah nenek saya merasa tidak enak badan jadi tidur di bangku yang panjang pas bangun tubuh saya merasa panas dingin dan menggigil, ya saya waktu kecil retan terkena sakit biasanya itu Tiphus/Tipes, saya menangis nenekpun gelisah melihat cucunya sedang sakit panas, besoknya saya muntah-muntah terus dan mencret sampai orangtuaku tidak berdagang dihatiku berbicara "kenapa saya musti sakit,Sampai orangtuaku tidak berdagang" , Saya di bawa kepuskesmas.
Alhamdulilah Beberapa hari saya sudah sembuh dan orangtuaku melanjutkan aktifitasnya, seperti biasa saya tetap dititipkan. Terkadang saya sedih setiap di tinggalkan orangtua bekerja karena sedikit waktu untuk bersama-sama tetapi mau bagaimana lagi mereka hanya ingin membahagiakanku dengan bekerja mencari nafkah, tetaplah bersyukur walaupun begitu karena mereka hanya pergi untuk bekerja bukanlah pergi meninggalkan dunia.
No comments:
Post a Comment